Sudah Tepatkah Komunikasi Kita Selama Ini?

Hallo sobat LPKA! Jangan lupa bersyukur untuk hari ini
Pernah gak kalian merasa sulit banget buat bicara sama orang lain? Atau mungkin susah ngungkapin pikiran/perasaan kita ke orang lain? Atau malah lebih suka mendominasi pembicaraan?
Nah, kalau kalian atau mungkin temen kalian pernah mengalami hal tersebut berarti ada yang kurang tepat nih dari cara berkomunikasi kalian. Terus bagaimana sih cara komunikasi yang baik itu? Disini kita akan ngebahas salah satu cara komunikasi yang baik.
Sebelum ngebahas soal komunikasi yang baik, yang perlu kita tahu adalah bahwa manusia tidak bisa membaca pikiran orang lain. Maka, penting bagi kita buat melakukan komunikasi. Nah, dengan komunikasi kita juga bisa membentuk relasi. Tapi jika komunikasi yang kita bentuk salah, maka yang akan muncul adalah konflik. Jika komunikasi yang kita bentuk baik, maka hubungan yang terjadi akan baik juga. Lalu komunikasi yang baik itu yang seperti apa sih? Disini ada empat cara buat komunikasi:

  1. Pola komunikasi pasif

Orang yang memiliki pola komunikasi ini sulit mengekspresikan diri dan cenderung mengalah dengan orang lain. Biasanya orang dengan pola komunikasi ini sulit ngungkapin apa yang di rasakan dan lebih suka menghindari konflik, serta lebih banyak diam.

  1. Pola komunikasi agresif

Orang dengan pola komunikasi ini cenderung mendominasi pembicaraan. Tipe orang ini selalu menganggap dirinya paling benar dan suka menghakimi serta memotong pembicaraan orang lain.

  1. Pola komunikasi passif – agresif

Biasanya orang tipe ini cenderung berbicara menggunakan kode. Mereka telihat seolah-olah pasif, akan tetapi sebenarnya memiliki makna yang agresif. Orang ini biasanya diam, tapi sekali ngomong bisa menyakiti orang lain.

  1. Pola komunikasi asertif

Merupakan komunikasi yang paling ideal. Karena komunikasi ini lebih terbuka dan tidak memaksa. Mereka tahu apa yang diinginkannya dan tau bagaimana cara menyampaikannya ke orang lain dengan tidak menyakiti orang tersebut. Misalnya nih,
“Adam ambilkan buku biru yang ada di atas meja,”
“Adam tolong ambilkan buku biru yang ada di atas meja,”
Dari dua kalimat tersebut, akan lebih enak terdengar kalimat kedua. Kenapa? Karena pada kalimat kedua ditambahin kata tolong. Meskipun sebenarnya maksud dari dua kalimat di atas adalah sama. Nah di kalimat kedua ini sudah menerapkan komunikasi asertif. Yang mana kita menyampaikan apa yang kita inginkan, yakni menyuruh mengambilkan buku biru yang ada di atas meja dan juga kita tidak menyakiti perasaan lawan bicara, karena kita menggunakan kata tolong.
Berkomunikasi yang baik harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya/sosial media. Terlebih di social media, kita harus lebih berhati-hati dalam berkomunikasi. Karena kita belum tahu nih siapa yang kita ajak bicara dan bagimana karakter lawan bicara kita. Nah, penggunaan bahasa yang santun dan komunikasi asertif adalah solusi untuk kita bisa berkomunikasi baik dengan orang yang tidak kita kenal sekalipun.
Banyak dari kita yang kadang terjebak pada komunikasi yang kurang sehat, baik itu komunikasi yang pasif, agresif, dan pasif – agresif. Nah disini yang perlu dipahami sebelum berkomunikasi adalah pengaturan emosi. Karena salah satu factor penyebab buruknya komunikasi atau adanya konflik (miss komunikasi) adalah pengaturan emosi dalam diri kita. Pengaturan emosi yang buruk menyebabkan kita berbicara asal, mengabaikan perasaan lawam bicara, atau malah sulit bicara ke orang lain.
Apa sih tujuannya pengaturan emosi itu? Hal ini ditujukan agar komunikasi yang kita bangun adalah komunikasi yang sehat sehingga tidak terjebak pada emosi yang saat itu muncul.
Nah, buat sobat LPKA kalau kalian punya masalah jangan dipendam sendiri. Karena emosi harus dikeluarkan, jika tidak bisa jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Nah, cobalah buat bercerita ke teman, orang tua, atau orang yang kalian percayai. Bisa juga dengan bergabung bersama kami di UMY Konsultasi. Disini kalian bisa curhat / konsultasi tanpa khawatir identitas dan rahasia kalian terbongkar. Yuk bisa konsultasi ke ahlinya (psikolog) atau dengan konselor sebaya.

  1. Nuha Nudiya Al Khonsa
  2. Fikri Manalani Kurniasari

Info lebih lanjut silahkan hubungi:
Admin : 0858-9155-8548

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

Terbaru

Tingkatkan Kesiapan Karir Mahasiswa & Alumni, Kolaborasi CDC UMY dan Edspert.id Adakan Seminar Self-Profiling

Pagelaran Seni Sentakamudya: Merayakan Kekayaan Budaya Nusantara

UMY Gelar Seremonial Penerjunan PPK Ormawa 18 Ormawa Siap Beraksi untuk Masyarakat

Selamat dan Sukses! 20 Tim Berhasil Lolos Seleksi Internal PT pada Program P2MW 2024!