Rektor UMY Kembali Menjabat Untuk Periode 2020 – 2024

Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP., IPM., Kembali mengembankan amanah sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2020-2024). Keputusan tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Lincolin Arsyad, MSc pada acara Pelantikan Rektor UMY 2020 – 2024 di Gedung Ar. Fachruddin B lantai 5 Kampus Terpadu UMY. Senin (28/12). Setelah dilakukannya proses penyeleksian yang dilaksanakan sejak 21 Agustus hingga 30 September 2020.

Dalam sambutannya, Gunawan Budiyanto memaparkan bahwa ia optimis mampu membawa UMY lebih maju dengan melakukan program unggulannya yang sudah ia siapkan. Tak hanya itu ia juga berkomitment untuk mewujudkan pengembangan program jangka Panjang 25 tahun kedepannya sesuai dengan rancangan. Ia juga optimis pada tahun 2025 UMY bisa menjadi Research Excellent University serta menjadi TOP 300 World Class University.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, MSi dalam sambutannya menyampaikan dalam konteks Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, PP Muhammadiyah secara khusus sering membahas dalam pleno atau rapat tentang perlunya representasi dari PTM/A yang bisa masuk dalam reputasi internasional.

“Memang ke depan perlu ada representasi dari PTM/A yang masuk dalam reputasi internasional, yang lebih unggul, baik dalam konteks komparasi atau prestasi dengan perguruan tinggi swasta lain. Setidak-tidaknya bila boleh disebutkan, kami punya harapan terhadap tiga PTM yakni UMY, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Muhammadiyah Malang untuk bisa 1 langkah lebih di depan, 1 tingkat lebih di atas, yang kami harapkan ada proses akselerasi menjadi universitas yang bereputasi internasional di atas yang lain. Kalau tiga PTM ini sudah leading, maka universitas-universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah yang lain akan berlomba dengan baik untuk menjadi lebih baik (fastabiqul khairat),”papar Prof. Haedar.

Akan tetapi menurut Prof. Haedar, PTM/A yang sudah bisa mencapai predikat reputasi internasional untuk tidak melupakan Muhammadiyah sebagai rumah utamanya. Baginya nama Muhammadiyah sudah menjadi kekuatan, bukan hanya diakui di tingkat nasional tetapi juga diakui secara nasional. Karena itu PTM yang bergerak di ranah internasional atau global harus tetap menjadikan perguruan tinggi yang menyatu dengan system Muhammadiyah.

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

Terbaru

Waspadai Komersialisasi Dan Eksploitasi Anak Di Media, Tim PKM RSH UMY Serahkan Policy Brief Kepada KPAI

Tim Robot UMY Raih Juara Di Ajang Kontes Robot Indonesia 2024

Mobil Hemat Listrik Tim KHAD UMY Rebut Peringkat 3 Pada Shell Eco Marathon Se-Asia

Mahasiswa UMY Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Berbasis Machine Learning Bagi Penyandang Disabilitas

Tingkatkan Kesiapan Karir Mahasiswa & Alumni, Kolaborasi CDC UMY dan Edspert.id Adakan Seminar Self-Profiling

Pagelaran Seni Sentakamudya: Merayakan Kekayaan Budaya Nusantara