Ideal Self or Real Self

Halo sobat LPKA UMY! Jangan lupa bersyukur untuk hari ini
Terkadang kita terjebak di dua kondisi yaitu ideal self dan real self. Bahkan kita masih sering menggunakan ideal self sebagai pandangan dalam kehidupan. Lalu apa itu ideal self dan real self? Dan mana yang digunakan sebagai syarat menjadi dewasa?
Konsep mengenai ideal self dan real self pertama kali dikemukakan oleh Carl Rogers. Carl Rogers merupakan tokoh aliran humanistik. Ia berpendapat bahwa manusia itu sebenarnya adalah baik atau sehat. Manusia harus mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri, termasuk dalam proses pendewasaan maupun kontrol diri. Konsep diri yang dikemukakan Carl Rogers dibagi menjadi dua yaitu ideal self dan real self.
Ideal self adalah kodisi dimana seseorang ingin melihat dirinya seperti apa yang diinginkannya. Sedangkan real self adalah kondisi seseorang pada realitanya saat ini. Sering kali kita terjebak dalam kondisi ideal self sehingga kondisi real self pun terabaikan. Seseorang dianggap telah dewasa apabila ia mampu berdamai dengan ideal self, artinya ia mengetahui porsi dan batasan dirinya sehingga tidak terlalu berekspetasi tinggi pada hal-hal yang di luar kemampuannya.
Ideal self yang positif adalah dengan menjadikannya sebagai motivasi untuk mencapai apa yang diinginkannya. Sebaliknya, ideal self menjadi negatif apabila menjadikan seseorang terlalu idealis dan ketika kenyataan tidak sesuai keinginannya, maka ia menganggap dirinya telah gagal. Sejatinya manusia diciptakan pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kita harus fokus memaksimalkan kelebihan yang dimiliki. Seperti dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (Q.S AL Isra: 70)
Jika kalian memiliki permasalahan jangan dipendam sendiri. Silahkan ceritakan ke teman, orang tua, atau orang yang kamu percayai. Bisa juga dengan bergabung bersama kami di UMY Konsultasi. Bisa langsung konsultasi ke ahlinya (psikolog) atau dengan konselor sebaya.
Info lebih lanjut silahkan hubungi:

  1. Nuha Nudiya Al Khonsa             : 0815-6590-374
  2. Fikri Manalani Kurniasari         : 0877-3643-9070
Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

Terbaru

Waspadai Komersialisasi Dan Eksploitasi Anak Di Media, Tim PKM RSH UMY Serahkan Policy Brief Kepada KPAI

Tim Robot UMY Raih Juara Di Ajang Kontes Robot Indonesia 2024

Mobil Hemat Listrik Tim KHAD UMY Rebut Peringkat 3 Pada Shell Eco Marathon Se-Asia

Mahasiswa UMY Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Berbasis Machine Learning Bagi Penyandang Disabilitas

Tingkatkan Kesiapan Karir Mahasiswa & Alumni, Kolaborasi CDC UMY dan Edspert.id Adakan Seminar Self-Profiling

Pagelaran Seni Sentakamudya: Merayakan Kekayaan Budaya Nusantara